Konsultasi Informasi Haji & Umroh Gratiss !
Berkunjung ke Tanah Suci dan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi merupakan impian banyak umat Islam. Kesempatan berada di dua masjid yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam tentu menjadi momen yang sangat berharga. Perjalanan haji dan umrah bukan hanya tentang menjalankan rangkaian ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki hati, serta meningkatkan kualitas keimanan dalam diri.
Agar suasana ibadah tetap nyaman dan penuh kekhusyukan, jamaah perlu memperhatikan adab selama berada di kedua masjid suci tersebut. Berikut tujuh adab yang penting untuk dilakukan :
1. Meluruskan Niat Sebelum Memasuki Masjid
Setiap langkah menuju kedua masjid suci adalah ibadah. Karena itu, mulailah dengan meluruskan niat: datang untuk mendekat kepada Allah, memperbanyak dzikir, menyucikan hati dan fikiran.
Karna semua yang amalan yang dikerjakan selama di Tanah suci harus baik pula agar mendapat pahala diterima oleh Allah swt. Sebagaimana hadist Bukhori dan Muslim :
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya
2. Masuk Masjid dengan Tenang dan Tawadhu’
Memasuki Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, usahakan untuk tidak tergesa-gesa. Langkahkan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid.
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya : "Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku"
Tentu saat kita pertama kali memasuki kedua masjid tersebut ada rasa haru dan kagum, menginjakkan ke Tanah suci, namun kita juga harus tetap dengan penuh ketenangan ,tidak tergesa-gesa dan penuh dengan ketawaduan. Karna kita akan memasuki rumah Allah. Hal ini juga sesuai dengan adab dan apa yang dilakukan Rasulullah saw, mendahulukan yang kanan dalam urusan kebaikkan.
3. Menghormati Jamaah Lain, Terutama Jamaah Lansia
Saat disana kita akan bertemu dan berkumpul seluruh jamaah yang ada di dunia dengan yang bermacam- macam suku, bangsa, dan negara, yang mana bukan hanya tinggi, atau warna kulit yang berbeda, tetapi dari usia. Oleh karena itu hormatilah orang lain:
Beri ruang kepada jamaah yang lebih tua.
Jangan saling menyenggol saat bergerak.
Hindari mengambil tempat shalat yang bukan hak kita.
Jika membawa tas, letakkan dengan rapi agar tidak mengganggu jalan.
4. Menjaga Ketenangan Suara
Saat di Tanah Suci, banyak jamaah yang ingin memaksimalkan waktunya untuk tilawah Al-Qur’an atau dzikir. Karena itu, usahakan untuk tidak berbicara keras, terutama di area Raudhah, sekitar Ka’bah, dan saat di Masjid Nabawi. Karna Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al'Araf ayat 55 :
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, setiap ibadah bernilai berlipat ganda. Karena itu, manfaatkanlah waktu dengan:
Membaca Al-Qur’an dengan tartil, meski hanya beberapa ayat.
Memperbanyak shalawat kepada Nabi.
Berdzikir dengan lembut sesuai kemampuan.
Berdoa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam.
6. Beradab Saat Berziarah ke Raudhah dan Makam Nabi
Raudhah adalah “taman dari taman-taman surga” yang sangat dirindukan oleh jamaah. Karena area ini padat, jaga adab berikut:
Masuk dengan sabar, tidak mendorong, tidak mengangkat suara.
Jaga wudhu dan baca doa yang ringkas.
Niatkan shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur.
Berdoa dengan tenang tanpa berlebihan.
Saat melewati makam Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, hendaknya:
Tidak berteriak atau melambai-lambaikan tangan.
Mengucapkan salam dengan santun.
Tidak melakukan hal yang tidak diajarkan dalam sunnah.
Ketulusan hati lebih utama daripada suara yang keras.
7. Menghormati Kesucian Masjid dan Menjaga Kebersihan
Allah sangat mencintai orang-orang yang suci. Karena itu, jangan tinggalkan sampah, tisu, atau botol minum begitu saja. Jagalah kesucian masjid dengan:
Matikan suara ponsel.
Gunakan pakaian yang bersih dan menutup aurat dengan sempurna.
Hindari makan di area shalat kecuali diperbolehkan.
Kebiasaan kecil seperti ini mencerminkan keimanan dan adab seorang Muslim. Maka jagalah kebersihan dan kesucian sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Mudatsir ayat 4:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Artinya : Dan pakaianmu bersihkanlah!
Bahkan saat kita menghormati kesucian dan menjaga kebersihan sesuai dengan sabda Rasulullah saw :
الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَان
Rasulullah saw. bersabda, 'Bersuci itu setengah dari iman'. (HR. Muslim: 223)
Maka kita harus memperhatikan beberapa poin yang bisa menjadi catatan sekaligus pengingat untuk kita semua untuk lebih mengutamakan adab sekaligus meluruskan niat kita hanya karna Allah semata. Agar segala amal yang kita kerjakan terutama saat ibadah haji maupun umrah dapat bernilai serta diterima Allah subhana wata’ala
Penulis: Uzlifah Ismiyanti